Monmonvandemon's Blog

Sarana Berbagi Pengetahuan dan Ilmu

Kegembiraan Berarti Keberhasilan


Di awal abad yang lalu, ada seorang pemuda yang mempunyai angan-angan menjadi seorang pemain biola handal seperti Bognini. Begitu ada waktu senggang, dia selalu berlatih bermain biola, hingga lupa akan segalanya bagaikan orang yang kecanduan.

Akan tetapi kemajuan yang dicapainya sangatlah minim, hingga kedua orang tuanya pun merasakan permainan biola anak mereka yang malang ini sa-ngatlah buruk, sama sekali tidak memiliki bakat dalam seni musik, tapi mereka takut untuk mengungkapkan kenyataan yang akan melukai harga diri anak mereka itu.

Suatu hari, pemuda ini ingin berguru pada seorang biolis senior. Biolis senior itu berkata, “Nak, coba kamu mainkan sebuah lagu untuk saya dengarkan.” Pemuda itu memainkan lagu ketiga dari kedua puluh empat lagu ciptaan Bognini. Gesekan biolanya terdapat banyak kelemahan sehingga tidak nyaman untuk didengar.

Selesai memainkan sebuah lagu, biolis tua itu bertanya kepada sang pemuda, “Mengapa kamu sangat gemar memainkan biola?” Pemuda itu berkata, “Saya ingin sukses, saya ingin menjadi pemain biola seperti halnya Bognini.” Sang biolis tua bertanya lagi, “Apakah kamu gembira?” Pemuda itu menjawab, “Saya sangat gembira.”

Biolis tua itu pun me-ngajak sang pemuda untuk pergi ke taman bunganya, lalu bertanya kepadanya, “Nak, kamu sangat gembira, hal ini menjelaskan bahwa kamu telah berhasil, tidaklah perlu menjadi suatu keharusan berhasil seperti halnya Bognini menjadi seorang pemain biola yang agung. Dalam pandangan saya, gembira itu sendiri merupakan suatu keberhasilan.”

Pemuda itu sangat tersentuh mendengar perkataan dari sang biolis tua. Ia akhirnya memahami bahwa kegembiraan adalah keberhasilan yang membutuhkan biaya terendah dan juga resiko terkecil di dunia ini, dan bisa memberikan manfaat bagi manusia. Jika meninggalkan kegembiraan dan mencari yang lain, seseorang mungkin sekali akan terjerumus di dalam lumpur kekecewaan, kebingungan dan kerisauan.

Api yang bergelora dalam hati pemuda ini sejak itu pun menjadi padam, tenang, ia masih sering memainkan biola, tapi sudah tidak lagi terbelenggu oleh impiannya ingin menjadi Bognini. Siapakah pemuda ini? Ia adalah Albert Einstein,

 

Albert Einstein (lahir 14 Maret 1879 – meninggal 18 April 1955 pada umur 76 tahun)

Albert Einstein, seumur hidupnya ia masih gemar memainkan biola, walaupun permainannya masih tetap buruk, akan tetapi ia bisa mendapatkan kegembiraan tersendiri.

Kegembiraan berarti keberhasilan. Inilah filosofi kehidupan yang penuh dengan kecerahan. Di dalam kehidupan yang nyata, tidak sulit bagi kita menjumpai orang semacam ini, kebanyakan rona wajah mereka cerah memerah, bertubuh sehat, wajah berseri penuh senyuman, hati mereka gembira, mereka telah mengekspresikan semua kebahagiaan hidup sebagaimana manusia hidup, di dalam karier mereka tidak banyak memberikan sumbangsih, mereka jauh dari nama, keuntungan pribadi dan ketenaran. Orang seperti ini, apakah pantas dikatakan pecundang? Saya kira, belum tentu demikian.

 

 

Sumber :

mingxin.net/lin

http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/7508-kegembiraan-berarti-keberhasilan

December 3, 2010 - Posted by | Renungan Hidup

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: