Monmonvandemon's Blog

Sarana Berbagi Pengetahuan dan Ilmu

Bisnis K-Link


Keberhasilan seseorang ternyata dapat dinilai dari paradigma seperti apa yang melandasi dia dalam mendesain hidupnya. Pada umumnya sekitar 90% orang berpikir dan bertindak dengan paradigma dimana dia harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang akan digunakan untuk mewujudkan rencana masa depan. Bila digambarkan, lingkaran pendapatan anda saat ini tergantung pada tingkat kemampuan anda untuk menghasilkan uang lewat bekerja adalah seperti ini:

Artinya jika penghasilan kita adalah Rp 5juta/ bln, berarti itulah nilai kemampuan yang bisa kita kerjakan di bidang tersebut. Namun pada kenyataannya antara pendapatan dan kebutuhan sering kali bahkan selalu tidak selaras. Sangat wajar sekali kalau kita menginginkan kehidupan berkualitas. Mungkin kita membutuhkan uang lebih banyak untuk menyekolahkan anak, biaya sehari-hari, biaya pendidikan anak di tingkat lebih tinggi, ingin membeli rumah sendiri, memiliki mobil sendiri, mungkin juga pengen naik haji, motor sport, berlibur ke luar negeri, bayar hutang, jaminan hari tua, dll. Yang mana antara lingkaran pendapatan-kemampuan-kebutuhan kita menjadi seperti ini:

Pernah mencoba menghitung berapa biaya jika memiliki anak 1? Mungkin 2 orang? 3 orang? Termasuk kebutuhan sandang, pakaian, jajan, dan pendidikannya? Sudah

bisa dipenuhikah dengan pekerjaan saat ini?!
Pernahkah menghitung umur kita dan anak, yang mana jika kita memiliki anak di usia 30 tahun, maka di usia kita 50, anak kita baru berusia 20 tahun. Pada saat usia 50tahun, kira-kira berapa penghasilan yang kita miliki dengan anak usia 20 tahun sudah mulai beranjak kuliah. Coba kalau 2 atau 3 orang anak?! Pengennya kita sih menyekolahkan di tempat bergengsi standar internasional, memiliki reputasi akreditasi terbaik, namun semua itu tidak mungkin tidak tanpa uang, kan?!

Adalah tidak mungkin kita tidak menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk keperluan mendadak masalah kesehatan baik untuk istri, anak-anak kita, maupun orang tua yang telah membesarkan kita. Kepedulian kita merawat orang tua kita di usia senja mereka adalah suatu bentuk bakti kita selama ini sudah dilahirkan dan dibesarkan oleh mereka. Tidak kah memiliki keinginan membahagiakan mereka di usia senjanya?!

Bila sudah seperti ini, otomatis jika anda tidak bekerja, anda akan beranggapan bahwa rencana masa depan tidak mungkin diraihnya. Bagaimana jika tiba-tiba sesuatu menimpa kita, seperti halnya PHK? Perusahaan pailit dan bangkrut?

Begitulah adanya paradigma umum di masyarakat selama ini. Namun jika kita mau belajar kepada orang sukses. Tentu kita harus mengetahui benar bagaimana pola pikir atau paradigma yang dimiliki oleh orang sukses. Pola pikir kita menentukan besarnya kapasitas kita dalam menciptakan kualitas kehidupan kita. Paradigma yang dimiliki orang sukses akan menjadi seperti ini:

Rata-rata orang sukses berpikir bahwa mereka bekerja keras untuk membentuk aset yang mana aset tersebut akan memberikan penghasilan yang digunakan untuk mewujudkan rencana masa depan. Tapi mau sampai kapan terus seperti ini? Kita harus memikirkan tentang bagaimana kita pensiun.

Ingat lah bahwa :

semakin umur kita bertambah, kebutuhan kita pun semakin naik, sementara kemampuan fisik kita semakin bertambah umur justru semakin berkurang!

Dengan memiliki paradigma sukses tersebut, suatu saat kita akan memiliki aset yang berharga yang terus memberi penghasilan pasif namun tetap bisa mewujudkan rencana masa depan:

Melalui paradigma seperti ini, maka antara lingkaran kebutuhan-kemampuan-keinginan bisa diperbesar melalui bisnis K-Link

Jika saja anda mau melakukan langkah-langkah yang akan membentuk aset bisnis anda di K-Link, insyAllah antara lingkaran kebutuhan kita dapat terpenuhi.

Apa yang tidak bisa dijawab dengan uang?!

Ingin naik haji butuh uang!

Ingin menyekolahkan anak hingga level pendidikan tertinggi pun butuh uang!

Ingin membahagiakan orng tua dengan cara memberikan kualitas kehidupan lebih baik di masa tuanya pun butuh uang!

Namun melalui K-Link, bukan hanya uang yang sangat mungkin kita dapat, tetapi sikap kita dalam menjalani hidup dengan beragam masalahnya pun dibentuk dalam diri kita!

Melalui bisnis ini, kita dipersiapkan menjadi seorang leader yang memimpin banyak sekali orang yang tidak sepeserpun kita gaji!

Dalam hal ini saya sangat menyarankan anda untuk membaca buku Robert T. Kiyosaki mengenai cash flow quadrant. dalam video berikut ini beliau memberikan paparan singkat mengenai MLM

K-Link ini merupakan bisnis networking/ Multi Level Marketing yang resmi dan bersistem syariah. Artinya dalam pelaksanaan bisnisnya sangat transparan tanpa ada tipu menipu. baca juga mengenai:

membedakan-direct-selling-money-game-dan-mlm

berikut ini sertifikasi syariah sistem dari k-link:

di website MUI bisa dicek kebenarannya di alamat:

Cek sertifikasi sistem berbasis syariah bagi K-Link

Penyerahan sertifikasi syariah K-Link dalam bentuk video:

bagian pertama:

bagian kedua:

secara resmi dari pemerintah, sertikasi resmi dapat dilihat di website Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI)

Sertifikasi APLI bagi K-Link

Yang jelas dalam bisnis K-Link ini Produknya bagus dan ada uangnya dan bisa diwariskan!

Kita pun tidak melulu mengejar materi, namun membangun sebuah sistem ekonomi dan komunitas yang jujur dan positif guna mendapat ridho-Nya. Akhirat kita bisa capai mana kala dunia kita pun dibangun dengan pondasi dan sistem yang benar. Membangun hubungan habluminannas dan habluminalloh secara seimbang.

Jujur saya amati perkembangan MLM lain cuma bisa bertahan beberapa tahun saja. Bicaranya bisnis besar dengan kesempatan pendapatan bonus puluhan juta bahkan ratusan juta, namun gedung pusatnya saja masih ngontrak!

Sementara K-Link baru saja memulai pemanasan dengan membangun gedung K-Link tower 25 lantai milik sendiri di jalan Gatot Subroto Jakarta,

sementara kantor pusat di Malaysia saja hanya setinggi 8 lantai,

pabrik chlorophyll pun dipindahkan dari Malaysia ke Indonesia tepatnya di daerah sentul seluas 18.000 hektar, baca artikelnya:

artikel pemindahan pabrik chlorophyll

juga sedang dibangun pusat pelatihan tingkat nasional di Sukabumi. Sangat besar sekali investasi yang ditanamkan di Indonesia. Secara makro, devisa negara pun tidak lari ke negara asal karena K-Link memindahkan kantornya di Indonesia.

Mari bergabung dalam keluarga besar K-Link menuju kehidupan sejahtera!

Hubungi saya lebih lanjut di

+6282117570050

+622291791474

pin BB : 276e68ba

 

Baca juga:

Marketing Plan K-Link

Diabetes bukan karena kebanyakan gula

Pembalut wanita sembarangan menimbulkan bahaya kanker mulut rahim

Kanker payudara pada laki-laki

Al-Zheimer

anak-anak juga bisa terkena stroke

 

October 27, 2011 - Posted by | Artikel Marketing, Renungan Hidup

3 Comments »

  1. klo mau chek bonus ma jaringan gmana ya?

    Comment by siti ade masni | November 17, 2012 | Reply

  2. K-LINK

    Comment by zulfan efendi | September 11, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: